Translate

Rabu, 30 Mei 2012

Laporan Dasar Ilmu Tanah (pH Tanah)


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

Tanah adalah produk transformasi mineral dan bahan organik yang terletak dipermukaan sampai kedalaman tertentu yang dipengaruhi oleh faktor-faktor genetis dan lingkungan, yakni bahan induk, iklim, organisme hidup (mikro dan makro), topografi, dan waktu yang berjalan selama kurun waktu yang sangat panjang, yang dapat dibedakan dari cirri-ciri bahan induk asalnya baik secara fisik kimia, biologi, maupun morfologinya (Winarso, 2005).
Tanah merupakan elemen dasar yang tidak terpisahkan dalam dunia pertanian. Tanpa adanya tanah mustahil kita bisa menanam padi, palawija, sayuran, buah-buahan maupun kehutanan meskipun saat ini telah banyak dikembangkan sistim bercocok tanam tanpa tanah, misalnya Hidroponik, Airoponik dan lain-lain, tetapi apabila usaha budidaya tanaman dalam skala luas masih lebih ekonomis dan efisien menggunakan media tanah. Mengingat pentingnya peranan tanah dalam usahatani, maka pengelolaan tanah untuk usahatani haruslah dilakukan sebaik mungkin guna menjaga kesuburan tanahnya. Tanah yang memenuhi syarat agar pertumbuhan tanaman bisa optimal tentulah harus memiliki kandungan unsur hara yang cukup,mengandung banyak bahan organik yang menguntungkan.

1.2  TUJUAN
Tujuan dilaksanakannya praktikum Dasar-dasar Ilmu tanah mengenai “Pengukuran pH Tanah” dengan sampel dari beberapa daerah adalah untuk mengetahui berapa waktu yang efisien untuk pengukuran pH.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA


2.1 PENGERTIAN pH TANAH

2.1.1 Larutan Tanah
Larutan tanah adalah air tanah yang mengandung ion-ion terlarut yang merupakan hara bagi tanaman . konsentrasi ini sangat beragam dan tergantung pada jumlah ion terlarut serta jumlah bahan pelarut atau air.  Diwaktu musim kering diman air banyak menguap maka konsentrasi garam akan bertambah , hal ini ditemukan di daerah yang beriklim kering. Sebaliknya didaerah yang basah konsentrasi garam sering berubah-ubah secara drastis. Kadar garam yang tinggi berbahaya bagi pertummbuhan tanaman . kadar garam sebanyak 0,5 % saja sudah bebahaya  bagi tanaman karena kadar tersebut sama dengan 10 ton garam di lapisan 20 cm teratas ( lapisan olahan)  .

2.1.2 Sifat Reaksi Tanah dan Kaitanya dengan pH
Reaksi tanah yang penting adalah masam , netral atau alkalin. Pernyataan ini didasarkan pada jumlah ion H dan OH dalam larutan tanah . bila didalam tanah ditemukan ion H lebih banyak dari ion OH , maka disebut masam. Bila ion H sama dengan OH , maka disebut netral , dan bila ion OH lebih banyak dari ion H maka disebut alakalin.
Untuk meragamkan pengertian , sifat reaksi tersebut dinilai berdasarkan konsentrasi ion H dan dinyatakan dengan pH . dengan kata lain , pH tanah = -log (H) tanah. Suatu tanah disebut masamdengan 7, dan basa bila lebih dari 7 . bila konsentrasi ion H bertambah maka ion pH turun dan se3baliknya bila konsentrasi ion OH bertambah pH naik. Distribusi ion H dalam tanah tidak homogen . ion H lebih banyak diserap dari pada ion OH , maka ion H lebih pekat didekat permukaan koloid ., sedangkan ion OH sebaliknyab dengan demikian pH lebih rendah didekat koloid daripada tempat yang jauh dari koloid.

2.2 KISARAN pH TANAH

Kisaran pH tanah dapat dibatasi pada dua ekstrim. Kisaran pH tanah mineral biasanya terdapat antar pH 3,5 sampai 10 atau lebih, untuk tanah gambut kisaran pH nya adalah sekitar kurang dari 3,0 , sebaliknya tanah alkalin biasanya bisa menunjukan pH lebih dari 11,0 . secara sederhana kisaran pH tanah itu ditunjukan pada gambar 7-3 . kisara pH tanah mineral di daerah basah berbeda dengan daerah kering . diwilayah  basah kisaran pH itu berada antara sedikit dibawah 5 hingga sedikit diatas 7 . sedangkan di wilayah kering berada sedikit antara di bawah 7 dan diatas 9.

2.2.1 Arti pH Tanah bagi Pertumbuhan Tanaman .
Pertumbuhan tanaman dipengaruhi pH tanah melalui dua cara yaitu : pengaruh langsung ion hidrogen dan pengaruh tidak langsung yaitu tidak tersedianya unsur hara tertentu dan adanya unsur hara yang beracun.
Dari berbagai hasil penelitian  di amerika latin dan puerto rico diketahui batas maksimum pH tanah kapur ( adam dan pearson , 1967 ) .batas pH yang dimaksud menunjukan bahwa diatas pH ini tanamanyang bersangkutan tidak lagi memerlukan kapur. Sebaliknya bila pH tanah dibawah nilai ini pertumbuhannya akan terganggu jika tidak diberi kapur.

2.2.2 Arti pH dalam Perharaan
Kebanyakan tanaman toleran pada pH yang ekstrim, tinggi dan rendah , asalkan dalam tanah tersebu tersedia hara yang cukup . sayangnya tersedianya unsur hara  yang cukup itu dipengaruhi oleh pH . beberapa unsur hara tidak tersedia pada pH ekstrim, dan beberapa unsur lainnya  berada pada tingkat meracun .
Perharaan yang sangat dipengaruhi oleh pH antara lain adalah : 
a.       Kalsium dan magnesium dapat ditukar
b.      Alumunium dan unsur mikro
c.       Ketersediaan fosfor
d.      Perharaan yang bersifat atau berkaitan dengan kegiatan jasad mikro.
2.3 KALSIUM DAN MAGNESIUM DAPAT DITUKAR

Di wilayah basah terjadi pencucian yang intensif . akibatnya sebagian besar dari Ca dan Mg akan hilang dari permukaan koloid tanah. Hal ini menyebabkan pH tanah beralih menjadi lebih rendah atau kata lain tanah semakin masam . oleh karena itu diwilayah basah terdapat korelasi yang nyata antara pH dan jumlah kedua basa dapat ditukar . sebaliknya didaerah kering juga terdapat kolerasi yang nyata antara pH dengan Na dapat ditukar.

2.3.1 Alumunium dan Unsur Mikro
Bila pH tanah mineral rendah , sejumlah Al , Fe dan Mn menjadi sangat larut , sehingga merupakan racun bagi tanaman ( Morries dan Piere , 1947 ) . sebaliknya bila pH naik hingga netral atau diatasnya , dan diikuti hujan , jumlah ion-ion  tersebut akan berkurang dalam larutan tanah , sehingga menyebabkan tanaman tertentu menderita kekurangan Fe dan Mn . kejadian ini bisa ditemukan pada tanah berpasir  masam dikapur berlebihan , atau pada tanah alkalin kering. Jika pH tanah dapat dipertahankan antara 6 dan 7 kemungkinan keracunan Al , Fe dan Mn dapat ditiadakan, sedangkan ketersedian Cu dan Zn sangat menurun pada pH lebih dari 7. Ketresedian Mo juga sanagat bergantung pada pH . pada tanah yang sangat masam ketersedian Mo tidak ada. Bila pH naik hingga 6 atau lebih maka ketersediaan Mo meingkat. Berbeda halnya dengan Bo yang tersedia dengan baik pada interval pH 5-8 . unsur ini kurang tersedia bila pH dibawah 4 / > 8.

2.3.2 Ketersediaan Fosfor
Ketersedian P dipengaruhi sangat nyata oleh pH . bentuk ion P dalam tanah juga tergantung pada pH larutan . pada pH agak tinggi ( basa ) ion HPO4 2- 2- adalah dominan. Bila pH tanah turun ion H2PO4 dan HPO4 akan dijumpai bersamaan . makin masam reaksi tanah ion H2PO4 lah yang dominan.
Pada pH rendah ion P mudah bersenyawa dengan Al, Fe dan Mn , membentuk senyawa yang tidak larut akan diikat oleh Ca membentuk senyawa tidak larut. Dulu dipertahankan orang sekitar kisaran pH 6 hingga 7 untuk membentuk P agar lebih tersedia. Belakangan ditemukan bahwa pada pH lebih dari 6.0 P sudah kurang tersedia ( Lutz, Genter dab Hawskins, 1972: Ferina,Sumner,Plank, dan Litsch, 1980; NurhayatiHakim, 1982 ). Tampaknya kelarutan maksimum dari P berada pada pH 5,5 . mempertahankan pH 5.5 hingga 6 sangat berarti bagi penyediaan P pada tanaman.

2.3.3 Kegiatan Jasad Mikro
Dari berbagai penelitian ternyata kegiatan jasad mikro dipengaruhi oleh pH larutan. Hal ini mungkin akibat ion H atau akibat perharaan yang baru saja dijelaskan . ketersediaan N banyak banyak diharapkan dari proses nitrifiksasi yang dibantu oleh jasad mikro . beberapa unsur lainnya seperti P dan S juga diharapkan dari mineralisasi umumnya, nitrifiksasi khususnya berkaitan erat dengan kegiatan jasad mikro.
Pada umumnya, bakteri dan aktinomisetes berfungsi lebih baik pada tanah mineral ber pH sedang hingga tinggi . kegiatan mereka berkurang bila pH turun lebih rendah dari 5.5 . pada ph rendah jamur dominan , sedangkan pada pH tinggi jamur bersaing dengan bakteri daktinomisetes. Nitrifikasi dan fiksasi Nberlangsung cepat pada tanah mineral ber pH lebih dari 5.5 . akan tetapi pelapukan, aminisasi / amonifikasimasih berjalan pada pH agak rendah karena sebagian jamur dapat membantu reaksi tersebut. Berikut ini akan ditemukan beberapa cara penetapan pH :
a.       Cara elektrometrik
Cara pengukuran pH yang akurat adalah dengan alat pH meter . sejumlah tanah dicampur dengan air atau larutan garam dengan perbandingan tertentu . dewasa ini perbandingan tanah dan air atau larutan garam yang banyak digunakan dalam menentukan pH tanah mineral 1 : 1 dan untuk tanah organik 1 : 2.5. dengan metoda elektrometrik konsentrsai ion H dalam larutan tanah dibandingkan terhadap suatu larutan baku elektrode hidrogen. Dalam memeriksa pembakuan alat haruslah hati-hati , bila terdapat kesalahan dalam pembakuan alat , maka nilai pH tanah yang ditentukan adalah keliru. Lakukanlah secara akurat , hingga diperoleh nilai pH tanah akurat.


b.      Metode Warna
Cara ini mudah dan sederhana tetapi kurang akurat dibandingkan dengan cara elektrometrik. Dalam hal ini pH ditentukan dengan mengguankan berbagai indikator yang berubah warnanya bila pH nya berubah . titik perubahan wrna dipakai untuk memperkirakan berapa konsentrasi ion H dalam larutan tanah.  Dengan menggunakan berbagi indikator , sendiri0sendiri atau tercampur kisaran pH 3 sampai 8 mudah diperoleh. Caranya  mudah sekali, yaitu dengan menjenuhi sejumlah tanah dengan indikator, kemudian dibiarkan sebentar, lalu warna larutan dibandingkan dengan daftar warna yang diketahui pH nya . bila dilakukan dengan hati-hati , maka keakuratan sekitar 0.2 unit pH.


2.4 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI pH TANAH

               Nilai pH tanah sebetulnya dipengaruhi oleh sifat dan ciri tanah yang komplit sekali . namun yang bersifat dominan antara lain adalah :
a.       Kejenuhan basa
b.      Sifat misel ( koloid )
c.       Macam kation yang terjerap


2.4.1 Kejenuhan Basa
Sebelumnya telah dijelaskan bahwa  kejenuhan basa adalah perbandinagn antara kation basa dengan jumlah kation yang dapat dipertukarkan pada koloid tanah . kejenuhan basa juga mencerminkan perbandunagan antara kation basa dengan kation hidrogen dan alumunium .berarti semakin kecil kejenuhan basa semakin masam pula reaksi tanah tersebut atau pH nya makin rendah . kejenuhan basa 100% mencerminkan pH tanah yang netral, kurang dari itu mengarah ke pH tanah masam, sedangkan lebih dari itu mengarah ke basa.
a.      Sifat misel
 Sifat misel yang berbeda-beda dalm mendisosiasikan ion Hterjerp menyebabkan pH tanah berbeda pada koloid yang berbeda , walaupun kejenuhan basanya sama.koloid organik mudah mondisosiasikan ion H kedalam larutan tanah. Oleh karena itu pH tanah organik lebih rendah dari pada tanah mineral pada kejenuhan yang sama . koloid tanah yang terdiri atas Aldan Fe hidrus oksida mendisosiasikan ion H sangat rendah . dengan alasan itu pH tanah yang kaya Al dan Fe hidrus oksida relatif lebih tinggi pada kejenuhan basa yang sama. Pada kejenuhan basa 50% , kisaran pH tanah organik antara 4.5 – 5.0 , tanah liat sekitar 5.2 – 5.8 dan tanah hidrus oksida 6.0 – 7.0. disisni jelas sekali bahwa pH tanah dipengaruhi oleh sifat koloid atau misel.
b.      Macam Kation Terjerap
Pengalaman menunjukan bahwa koloid yang mengandung natrium ( Na ) lebih tinggi , mempunyai nilai pH lebih tinggi pada kejenuhan bas yang sama . hal ini sering sekali kita temukan pada tanah beriklim kering yang kaya akan Na. kejadian ini diduga disebabakan oleh koloid yang kaya Na sukar mendisosiasikan ion H , sehingga sumbangan ion H rendah sekali dalam larutan tanah . tampak akan sukar sekali untuk mengkorelasikan pH dengan salah satu ciri ciri tanah., secara terpisah karena faktor yang mempengaruhi kait berkait .

2.4.2 Kemasaman Tanah dan Masalahnya
Reaksi tanah yang dikategorikan menjadi tiga kelompok yaitu masam, basa, dan netral yang berkaitan erat dengan pH tanah telah kita ikuti penjelasanya . kenyataan menunjukan bahwa tanah pertanian yang bereaksi masam ajuh lebih luas dan jauh lebih bermasalah daripada tanah alkali . oleh karena itu tanah bereaksi masam dan masalah kemasaman tanah itu menjadi perhatian khusus dalam bagian ini .   


BAB 3
METODOLOGI


3.1 WAKTU DAN TEMPAT
Praktikum Dasar-dasar Ilmu tanah mengenai “Pengukuran pH Tanah” dilaksanakan pada :
Hari/tanggal    : Senin, 02 Januari 2012
Tempat            : Laboratorium Bioteknologi dan Biokimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

3.2 BAHAN DAN ALAT
3.2.1 Bahan
            Bahan yang digunakan dalam praktikum Dasar-dasar Ilmu tanah mengenai “Pengukuran pH Tanah” adalah sebagai berikut :
·         Tanah Cadasari Pandeglang
·         Tanah KP3B
·         Tanah Ciruas
·         Air / Aquades
3.2.2 Alat
            Alat yang digunakan dalam praktikum Dasar-dasar Ilmu tanah mengenai “Pengukuran pH Tanah” adalah sebagai berikut :
·         pH meter
·         Gelas jam
·         Gelas ukur
·         Shaker
·         Stopwatch
·         Botol semprot


3.3 PROSEDUR KERJA
            Langkah-langkah yang dilakukan dalam praktikum Dasar-dasar Ilmu tanah mengenai “Pengukuran pH Tanah” adalah sebagai berikut :
1.      Ambil tanah komposit 1kg
2.      Timbang 2 gram sampel tanah
3.      Masukkan kedalam gelas
4.      Tambahkan aquades sebanyak 20 ml
5.      Shaking / kocok sesuai perlakuan, yaitu :
·         5 menit
·         10 menit
·         15 menit
·         20 menit
6.      Diamkan selama ± 5 menit / sampai sampel tanah mengendap
7.      Ukur dengan pH meter, yaitu dengan cara :
·         Cuci electrode menggunakan aquades
·         Keringkan dengan menggunakan tissue, tanpa ditekan (cukup disentuh)
·         Masukkan kedalam larutan yang akan diukur pHnya.











BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Kelas
Pengaruh pH
Cadas Sari
KP3B
Ciruas

5
10
15
20
5
10
15
20
5
10
15
20
3 A
6,8
6,8
6,8
6,9
6,3
6,3
6,4
6,6
6,2
6,0
6,2
6,3
3 B
6,6
6,4
6,3
6,3
6,2
6,0
5,8
5,5
6,9
6,6
6,5
6,4
3 NR
7,2
7,0
7,6
7,4
6,7
6,5
5,9
6,4
7,7
7,5
6,7
6,8

4.2 Pembahasan
Dilihat  dari hasil praktikum yang telah dilakukan, semua jenis tanah ber pH antara 6 dan 7 merupakan pH terbaik . Suasana biologi dan penyediaan hara umumnya berada pada tingkat terbanyak pada kisaran pH tersebut. Umumnya sudah cukup baik pada kisaran 5.5 hingga 6 asalkan unsur yang meracun telah ditiadakan pada pH tersebut.
Dari pembahasan sebelumnya jelaslah bahwa penentuan nilai pH suatu tanah penting artinya sebagai diagnosa untuk menentukan tindakan perbaikan kesuburan tanah. Baik untuk memilih tanaman yang cocok , maupun untuk menciptakan suasana atau reaksi tanah tertentu sehingga sesuai dengan kehendak tanaman dan cocok bagi penyediaan hara .
Dari pengamatan diatas diketahui bahwa pada setiap 5 menit pH pada tanah yang telah diuji terjadi perubahan. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena perbedaan kondisi tanah yang telah dikocok atau shake sehingga  waktu yang efisien untuk pengukuran pH adalah pada waktu ke 15 menit.




BAB 5
PENUTUP



5.1 KESIMPULAN
            Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian pH tanah yang diambil dari beberapa sampel tanah (Pandeglang, Ciruas dan KP3B) rata-rata keseluruhan pH berada pada pH optimum. yaitu kisaran antara 6-7. Sedangkan untuk waktu yang efisien dalam pengukuran pH adalah 15 menit pengocokan. Hal tersebut disebabkan karena kisaran pH pada waktu tersebut stabil.

5.2 SARAN
Untuk mengetahui pH tanah sebaiknya pengambilan tanah pada saat tidak terjadi hujan satu hari sebelumnya, karena akan mempengaruhi kondisi tanah yang akan diuji dan sampel tanah yang dicampur diambil secara acak dalam satu lahan di titik yang berbeda.







DAFTAR PUSTAKA

Hakim, Nurjati, dkk. 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Lampung: Universitas Lampung




















2 komentar:

  1. makasih kakak.laporannya cukup membantu...pasti anak pertanian yah :D

    BalasHapus
  2. iya sama-sama :)
    kebetulan iya

    BalasHapus